Kasus PSHT BONEK Mulai Sidang di PN Surabaya


SURABAYA ,- Ratusan Orang dari Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur, memadati PN (Pengadilan Negeri) Jl. Arjuno 16-18 Surabaya. Kehadiran mereka untuk mengawal sidang perkara pidana, yang melibatkan Bonek dan PSHT, di Ruang Sidang Cakra dengan agenda persidangan pemeriksaan saksi-saksi, Kamis (11/01/2018) siang.
Dalam persidangan hari ini, Majelis Hakim meliputi Hakim Ketua Sifa, Hakim Anggota Agus Hamsah, SH., IsJuwaidi, SH., dan JPU Agung Rohaniawan, SH dkk 3 Orang, Panitera Pengganti Yanit Inbra, Penasihat Hukum PH Adven, Yuliana, Fredy, Frendika, SH, Amin dan Zaenal.
Saat pemeriksaan Saksi Wahyu Saputro Polrestabes Surabaya, mengatakan penyebab pengeroyokan terhadap anggota PSHT oleh Bonek adalah dikarenakan postingan dari akun FB (Facebook) dan twitter Jhonerly yang dilanjutkan ke FB Adi Carera Slamet Sunardi  yang bunyinya "Dulur bonek onok sing digebuki arek PSHT, nek koen rumongso bonek ayo balas dendam ojo ngenteni mene, sakiki kumpulo nang pom bensin Balongsari.
Sehingga para bonek mania langsung tergerak untuk kumpul ke Pom Bensin Balongsari. Selanjutnya terjadilah pelemparan dan pengeroyokan, yang mengakibatkan meninggalnya 2 (dua) Orang Anggota PSHT, yaitu M.Anis (22) dan Aris Eko Ristanto (25).
Dilanjutkan pemeriksaan saksi kelompok 2, yaitu M.Daud dan 3 Orang, bahwa yang bersangkutan membaca postingan dari akun twitter milik Jhonerly, isinya "Nek koen ndelok bolomu digebuki karo pendekar PSHT loroati, ayo kumpulo nang pombensin Balongsari".
Dilanjutkan persidangan saksi dengan menghadirkan Terdakwa pengeroyokan Tyo dan M.Jakfar (Bonek). Persidangan pemeriksaan saksi Terdakwa pengeroyokan oleh M.Jakfar & Slamet Sunardi dimulai dan diawali pemeriksaan saksi M.Daud, Fransisco, Anis, Andi peci.
Juga dilakukan pengecekan barang bukti berupa ponsel, pesan  WhatsApp, Facebook dan twitter. Sekira pukul 16.35 WIB, kegiatan persidangan pemeriksaan saksi-saksi dengan menghadirkan Terrdakwa pengeroyokan selesai dengan aman dan lancar. Selanjutnya sidang dilanjutkan pada hari Kamis 18 Januari 2018, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
[/Dik]