mediasurabaya.com ,- Rabu tanggal 30 November 2016 pukul 07.00 WIB, di Lapangan Makodam V/Brawijaya Jl. Raden Wijaya No.1 Surabaya dilaksanakan acara Nusantara Bersatu dengan mengusung tema "Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika" diikuti sekira 5.000 Orang, penanggung Jawab Mayjen TNI I Made Sukadana Pangdam V/Brawijaya.

Pejabat yang hadiri dalam kegiatan tersebut, yaitu Mayjen TNI I Made Sukadana Pangdam V/Brawijaya, Irjen Pol Anton Setiadji, SH., MH Kapolda Jatim, Brigjen TNI Rahmad Pribadi Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Mar Amirudin Harun Kasgartap III/Surabaya, Laksda TNI Darwanto, SH., MA Pangarmatim, Laksma Teguh P. Kabinda Jatim, Brigjen Pol Gatot S. Wakapolda Jatim, E.S Maruli Hutagalung, SH. Kajati Jatim, Zaenal Muhtadin Asisten I Prov Jatim, Para Asisten Kasdam V/Brawijaya, Para Dansat/Kasat Jajaran Kodam V/Brawijaya, Bambang Sulistomo (Anak dari pahlawan Bung Tomo).

Dalam acara tersebut juga diikuti oleh peserta dari Aparat TNI/Polri, Aparat Pemerintahan, Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Toga), Organisasi Masyarakat (Ormas), Pelajar atau Mahasiswa, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Masyarakat.

Rangkaian kegiatan dalam Nusantara Bersatu dihibur oleh Persembahan Marching Band dari AAL dan Para Layang dari Anggota TNI yang disaksikan oleh para Forpimda Provinsi Jatim.

Selanjutnya dalam suasana Nusantara Bersatu, semua peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Tak ketinggalan, para peserta yang hadir dalam acara Nusantara Bersatu disuguhi Sosio Drama persembahan dari Korem 084/Bhaskara Jaya dipimpin oleh Taufik Monyong tentang perjuangan arek-arek Surabaya melawan penjajah.

Berturut-turut, rangkaian acara selanjutnya meliputi pembacaan puisi dengan judul “Persatuan Indonesia” oleh Adik Ratu Rasmaila Siswa SMA Putra Wijaya Surabaya. Persembahan tarian tradisional Reog Ponorogo. Orasi disampaikan oleh Bambang Sulistomo Putra Bung Tomo. Menyanyikan lagu-lagu Nasional yang dibawakan oleh Ajendam V/Brawijaya dan PAPPRI, diantaranya Garuda Pancasila, Berkibarlah Benderaku dan Surabaya kota kenangan diiringi dengan membaurnya para pimpinan daerah dengan masyarakat, aparat TNI/Polri untuk menari bersama yang melambangkan kebersamaan (Berbhinneka Tunggal Ika)

Pembacaan puisi oleh Dian Kartika, Orasi disampaikan oleh M. Fahmi dari Universitas Merdeka Surabaya, Persembahan lagu-lagu Nasional Ajendam V/Brawijaya dan PAPPRI lagu Majulah Negeriku dan lagu Merah Putih, Pembacaan puisi oleh Siska Liana Mahasiswi STKW, Persembahan Lagu Indonesia Ciptaan Koes Plus dan Gombloh oleh Ajendam V/Brawijaya dan PAPPRI (Lagu Nusantara).

Sebelum berakhirnya acara pada pukul 10.40 WIB, dilakukan Pembacaan Do'a untuk Indonesia FKU meliputi Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Islam.

[/And]



http://mediasurabaya.com

mediasurabaya.com ,- Bertempat di Masjid Raden Rahmad Kodim 0832/Surabaya Selatan Jl. Tegalsari 89 Surabaya, dilaksanakan kegiatan Do'a Bersama Kodim 0832 dalam rangka terciptanya situasi kondusif, aman dan damai diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu 20/11/2016.

Dengan didahului Sholat Maghrib berjama'ah, selanjutnya Drs. KH. Taryono Iksan sekaligus memimpin Do'a Bersama Kodim 0832/Surabaya Selatan untuk memohon kepada Allah SWT demi keutuhan NKRI yang kita cintai ini.

"Pada kegiatan Do'a Bersama Kodim 0832 diharapkan terciptanya situasi kondusif, aman dan damai diseluruh wilayah NKRI, khususnya wilayah Surabaya dalam situasi aman dan damai. Terima kasih kepada Anggota dan keluarga, serta masyarakat, semoga diijabahi oleh Allah SWT dan membalas ketulusan para jama'ah", kata Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Arynovian Hany Sampurno sesaat setelah selesai dilakukannya do'a bersama.

Selain Dandim 0832, turut hadir pada kegiatan do'a bersama, yaitu Kasdim 0832 Mayor Arh Sumarjo, S.Sos., Danramil, Perwira Staf, dan diikuti Jama'ah terdiri dari Personil Militer dan PNS Kodim 0832 beserta Jajaran Koramil, serta PPM, FKPPI dan Masyarakat.

[/Dik]



http://mediasurabaya.com


mediasurabaya.com ,- Di depan Kebun Binatang Surabaya  (KBS) Jl. Raya Diponegoro Surabaya telah dilaksanakan (19/11/2016) aksi Kampanye Kebangkitan Mahasiswa Surabaya 2016 dengan tema "Arus Baru Kebangkitan Mahasiswa Menuju Khilafah Masa Depan" dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) Kota Surabaya, diikuti sekira 30 orang dengan dikoordinir oleh Slamet Arianto (Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Surabaya).

Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan antara lain Sistem ekonomi khilafah adil dan mensejahterakan. Khilafah melindungi akidah umat Islam. Sistem khilafah mewujudkan Islam rahmatan lil alamain. Arek Suroboyo ingin khilafah. Sistem pendidikan khilafah pencetak intlektual konstruktor peradaban dan Student for khilafah.

Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Norman. Juga dilakukan orasi secara bergantian,  dimana dalam orasinya mereka mengatakan antara lain saat ini Indonesia tidak hanya dijajah tetapi dirampok oleh asing, hal ini karena kebijakan pemerintahan Jokowi yang memberi peluang kepada asing menguasai kekayaan Indonesia, sementara pemerintah justru membebani pajak terhadap rakyat miskin.

Bebasnya asing menguasai kekayaan alam Indonesia yang seharusnya menjadi miliki rakyat, ini tidak lepas dari diterapkanya demokrasi liberal, ini sangat mengerikan,  banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kebijakan investasi,  ketanagakerjaan dan pengelolaan kekayaan alam.

Selama ini kita menjadi korban, dari standararisasi yang dilakukan oleh asing melalui kebijakan pemerintah yang selama ini telah menjadi antek dari kepentingan asing, hampir semua perusahaan besar yang berada di Indonesia telah dirampok oleh asing ini karena diterapkanya demokrasi, demokrasi hanya orang-orang yang memiliki uang saja.

Hanya ada satu solusi yang bisa menjadi jalan keluar bagi keterpurukan Indoneaia yaitu dengan penerapan hukum Islam, penerapan khilafah secara penuh, hanya dengan jalan itu,  kondisi Indonesia bisa menjadi surga bagi rakyat Indonesia yang selama hidup dalam kesusahan, jadi maka kami tegaskan hanya ada satu perintah tegakkan dan terapkan syariah khilafah.

Terkait aksi tersebut Slamet Arianto (Ketua Gema Pembebasan Kota Surabaya) dilokasi aksi mengatakan, sebagai berikut bahwa aksi Kampanye kebangkitan Mahasiswa merupakan aksi simpatik mahasiswa untuk mengkampanyekan konsep sistem khilafah di tengah-tengah masyarakat. Mengajak kepada para intelektual muda untuk menjadi bagian-bagian dari arus baru Kebangkitan khilafah dengan mempersiapkan diri, perkuat asa dan sinergikan gerak langkah untuk menyelamatkan negeri Indonesia dengan syariah khilafah.

Yodi Setyawan membacakan puisi pergerakan dengan judul Tegap dengan Gerakan Revolusioner, yang berisi agar pemuda menjadi tonggak tegaknya gerakan revolusioner demi terwujudnya syariah khilafah.

Sebelum aksi unjuk rasa berakhir, dilakukan dengan pembacaan doa sebagai akhir dari aksi Kampanye Kebangkitan Mahasiswa Surabaya 2016, yang dipimpin oleh Slamet Arianto.

[/Dwi]


http://mediasurabaya.com


mediasurabaya.com ,- Kawasan Grahadi Surabaya benar-benar telah menjadi Icon bagi elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Kali ini (19/11/2016) dilakukan aksi damai Panggung Bhinneka Tunggal Ika Bela NKRI, tema "NKRI & PANCASILA HARGA MATI !!!". Penyelenggara Aliansi Kebangsaan Jawa Timur, sebagai inisiator Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional-Jawa Timur (JPKPN Jatim), Barisan Relawan Jalan Perubahan-Jawa Timur (BARA JP-Jatim), LBH Bara JP Jatim , Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB) Cab. Jawa Timur, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St.Lukas Cab.Surabaya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesa (GMKI) Cab.Surabaya, Cakrawala Timur (CT), Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cab.Surabaya, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia-Jawa Timur (FKKPI-Jatim), , Ikatan Putra Putri Tumbal Negara (IPPTN), ALMISBAT, Persatuan Perempuan Peduli Generasi Indonesia (SAPULIDI), Seknas Jokowi-Jatim, GusDurian Surabaya, Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ), Budhist Education Centre, Buddhayana Dharmawira Centre, Majelis Buddhayana Indonesia, Boen Bio Jawa Timur, Banteng Reformasi Indonesia, Aliansi Petani Indonesia (API Jatim), Satu Kedaulatan Rakyat (SAKERA), Perjuangan Anak Bangsa (PAB), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), KAMUS-PR, Forum Komunikasi Banteng Lawas Bersatu (FORKOM BLB), Forum Kilamas (Forum Xmas), PMII Komisariat Unsuri, PMII Komisariat UPN, PMII Komisariat Unusida, Left Democration Force (LDF)-UINSA. Tokoh Agama (Toga), Budayawan dan Pekerja Seni serta diikuti oleh Peserta sekira 200 Orang, Penanggung jawab Sdr. Kusnan.

Diawali oleh para Peserta long march dari Gedung Kebudayaan Jawa Timur (Cak Durasim) menuju ke Panggung Bhinneka Tunggal Ika Bela NKRI di depan Gedung Negara Grahadi, dengan membawa spanduk yang bertuliskan Mendukung TNI POLRI menindak tegas pelaku isu sara. Meneguhkan Pancasila Mempertahankan Kebhinnekaan. Mendukung Pemerintahan Jokowi yang konstitusional. Wanita Katolik RI Ikrar Setia Pada Pancasila Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Mereka juga menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh Fabianus Hendrik dan dilaniutkan Mengheningkan Cipta, menyanyikan Lagu Garuda Pancasila, serta do'a bersama dipimpin oleh Perwakilan Elemen.

Peryantaan Sikap Aliansi Kebangsaan Jawa Timur, yaitu Menegaskan dan meneguhkan Pancasila adalah jiwa kami, NKRI adalah Rumah Kami, Bhinneka Tunggal Ika adalah pergaulan hidup kami. Mempertahankan pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mendukung Polri menegakkan hukum secara tegas terhadap kelompok kelompok intoleran dan kelompok kelompok yang menggunakan agama atau apapun untuk melakukan kekerasan. Rakyat Jawa Timur siap melawan gerakan yang ingin menggantikan Pancasila sebagai Dasar Negara. Dan menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk tetap menciptakan toleransi terhadap setiap perbedaan suku, agama dan ras.

Indonesia terbentuk dalam NKRI harga mati, bela negara adalah NKRI. Dasar Negara kita didalam balutan keaneka ragaman Bhinneka Tunggal Ika. Tidak terima ideologi kita diganti oleh ideoligi negara lain. Kebersamaan benar diciptakan untuk mengamankan Pancasila dan UUD 1945. Kita tidak sudi negara kita dirongrong oleh penjajah, beri pemahaman di lingkungan kita bahwa kita adalah satu.

[/Ang]


http://mediasurabaya.com

mediasurabaya.com ,- Aksi Damai dari Komite Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya, Koorlap Stepanus Pigai diikuti kurang lebih 50 Orang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo Surabaya, Sabtu 19/11/2016.

Para pengunjuk membawa spanduk dan poster yang bertuliskan Hak menentukan nasib sendiri solusi demokratif bagi rakyat west Papua Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya. Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 adalah ilegal Self Determination adalah solusi demokratis. Self Determination is the solution for the people of west Papua AMP-KK SBY. Buka Ruang Demokrasi Papua. Menentukan nasib sendiri sebagai solusi Demokratis bagi rakyat Papua Barat, sampai kapan pemilik cuma bisa memandang. New York Agreement 15 August 1962 Was illegal in Papua dan Cabut resolusi PBB 2504 illegal.

Dalam orasinya Korlap Stepanus Pigai menyampaikan bahwa Walikota tidak mendengarkan aspirasi Papua untuk menentukan nasibnya sendiri. Di Jawa berlaku demokrasi tapi di Papua tidak berlaku demokrasi.

Dilanjutkan pembacaan pernyataan sikap oleh hendrik lopez, yaitu Cabut Resolusi PBB 2504 !!! Berikan Kebebasan Dan Hak Menentukan Nasib Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat. Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mendesak Jokowi-JK untuk segera : Berikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua. Tutup Perusahaan Milik Negara-Negara Imperalis, Freeport, BP dll. Tarik Militer (TNI-POLRI) Organik dan Non Organik dari seluruh tanah Papua.

Aksi yang dilakukan oleh Mahasiawa Papua selesai, dan benar-benar berlangsung damai, tertib dan lancar, serta aman.

[/Ang]


http://mediasurabaya.com

mediasurabaya.com ,- Kelompok Petani Sri Lestari Kelurahan Wiyung mendapatkan pendampingan dari Babinsa Koramil 0832/06 Karangpilang. Pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa terkait dengan Masa Tanam (MT.III) di lahan sawah Bapak Kateri, luas 1,5 Ha, usia tanam padi 2 bulan lebih 1 Minggu, Jumat (18/11/2016)

Dari hasil pengamatan dan pendampingan, Serma Sugeng Hariyono menerangkan, saat ini kondisi tanaman bagus bebas hama penyakit serta sistem pengairan lancar. Dengan bersepeda pada siang hari itu, Babinsa juga melanjutkan dialog santai bersama petani lainnya.

" Hal ini dilakukan guna menggali informasi kendala di lapangan untuk di sampaikan kepada PPL Kecamatan serta Komando atas. Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kendala yang berarti, sehingga cukup diselesaikan intern antara PPL, Pok Tani", kata Serma Sugeng Hariyono Bintara asal Mojokerto, yang saat itu didampingi rekannya dari Polsek Wiyung Bhabinkamtibmas Bripka Heru Susanto.

Kepada Bapak-Bapak petani semua, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasamanya yang baik selama ini. Doa kami semoga musim panen berikutnya mendapatkan hasil yang melimpah, sehingga petani semakin sejahtera. Serta Program Pemerintah Pusat dapat tercapai sesuai dengan harapan kita bersama yaitu terwujudnya Swasembada Pangan dan Mandiri Pangan, serta Merdeka Pangan secara NASIONAL.

Selamat Bekerja, Salam Pertanian.

[/Dwi]



http://mediasurabaya.com

SURABAYA ,- Aksi damai dari Bonek 1927 wilayah Surabaya Barat diikuti sekitar 500 massa bonek, penanggung jawab Sdr. Andi Peci dan Sdr. Sandi dalam rangka menyikapi Keputusan PSSI yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Surabaya. Aksi Bonek dilakukan di Halaman Kantor Kecamatan Tandes Jl. Balongsari Tama No.1 Kelurahan Balongsari Kecamatan Tandes Surabaya, Kamis (17/11/2016).

Massa Bonek mulai berdatangan sekira pukul 19.00 WIB di lapangan Apel Kantor Kecamatan Tandes Jl. Balongsari Tama No.1 Kelurahan Balongsari Kecamatan Tandes Surabaya. Selanjutnya memasang spanduk bertuliskan PSSI Tobat kami nikah massal, Persebaya yang tak terlupakan, PSSI lebih jahat dari Mama Adriana.

Massa bonek longmarch menuju ke bundaran Margomulyo Tandes sambil menyanyikan Mars Bonek diiring dengan genderang. Massa Bonek tiba di Bunderan Margomulyo dan langsung melakukan orasi dan bernyanyi-nyayi dan orasi yang intinya agar PSSI mau mengakui Persebaya di Liga. Aksi Bonek selesai sekira pukul 20.55 WIB, selanjutnya membubarkan diri dan selama aksi bonek berjalan tertib.

[/Dwi]



http://mediasurabaya.com


SURABAYA ,- Aksi unjuk rasa (unras) lanjutan dari Aliansi Mahasiswa Surabaya (SMI, GMNI, LAMRI) diikuti sekitar 30 Orang dipimpin Sdr. Budiono (Mulder) di depan Kampus B Unair Jl. Airlangga No. 4-8 Surabaya, Kamis (17/11).

Massa membawa spanduk yang bertuliskan "internasional stundent day 17 November 2016 bangun persatuan gerakan rakyat, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah demokratis dan bervisi kerakyatan".

Pengunjuk rasa berorasi, intinya terkait "Mahalnya pendidikan di Indonesia mengakibatkan terbatasnya rakyat dalam mengakses pendidikan di negeri ini. Hal ini disebabkan karena lemahnya fungsi negara dalam mengawal sistem pendidikan nasional yang bersifat kerakyatan dan upaya pelepasan tanggung jawab negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa".

Tuntutan yang disampaikan, yaitu Cabut UU Sistem Pendidikan Nasional, Cabut UU pendidikan tinggi, Cabut sistem UKT ( uang kuliah tunggal), Berikan transparasi anggaran pendidikan, Wujudkan demokratisasi kampus, Lawan kriminalisasi gerakan rakyat, Berikan jaminan pendidikan dan kesehatan bagi rakyat.

Sekira pukul 17.00 WIB massa aksi membakar ban di tengah jalan di depan pintu masuk Kampus, sehingga lalu lintas macet total dan akhirnya arus lalu lintas dialihkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa kecewa terhadap pihak Kepolisian yang telah membubarkan pada saat aksi unjuk rasa tadi siang di depan grahadi karena dianggap tidak memiliki ijin dan mengganggu ketertiban kota.

Mereka membacakan sumpah mahasiswa. Sekira pukul 18.00 WIB massa aksi memadamkan sisa bakaran ban dengan menggunakan APAR, selanjutnya mereka membubarkan diri.

Dan dari pihak Kapolsek Gubeng Kompol Agus melakukan mediasi langsung dengan Adik Mahasiswa unair yang melakukan aksi tersebut, agar kegiatan tidak memblokade jalan, serta membakar sampah dan ban bekas. Serta kegiatan tidak ada ijin. Selama aksi unras berlangsung tertib dan aman.

[/Ang-Dwi]


http://mediasurabaya.com


SURABAYA ,- Gerakan Buruh Surabaya (GBS) kembali berunjuk rasa, kali ini di Kediaman Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Perum Taman Pondo Indah Surabaya (17/11). Unjuk rasa (Unras) diikuti sekitar 100 orang  dengan dikoordinir oleh Nuruddin Hidayat (Juru Bicara GBS dan Sekretaris FSPMI Surabaya) dan Supriadi (Komandan Garda Metal Surabaya).

Pengunjuk rasa (buruh) dalam aksinya menyampaikan tuntutan, tolak PP 78/2015 tentang Pengupahan, Rekomendasikan UMK Surabaya th. 2017 sebesar Rp. 3.600.000. Rekomendasikan UMSK Surabaya th. 2017 sebesar 10% s.d 30% lebih besar dari UMK Surabaya th. 2017  serta hilangkan kriteria perusahaan PMA/PMDN Tbk.

Sekira pukul 14.10 WIB massa aksi buruh dari GBS tiba di depan pintu gerbang Perum Taman Pondo Indah Surabaya (rumah kediaman Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Selanjutnya massa aksi melakukan orasi, di mana dalam orasinya Antoni Matondang (dari Konsfederasi Serikat Nasional / KSN) mengatakan, bahwa kami melakukan aksi di rumah kediaman walikota Surabaya, karena selama ini kami hanya dibohongi dan di pingpong, untuk bisa bertemu dengan Walikota Surabaya, untuk meminta kejelasan terkait UMK 2017.

Kami tidak bisa menerima terkait rekomendasi UMK yang diusulkan oleh walikota Surabaya tidak mewakili kepentingan serikat pekerja, dan serikat buruh yang ada di Surabaya, UMK yang diusulkan oleh walikota Surabaya tidak berdasarkan KHL tapi berdasarkan PP 78 tahun 2015, sementara PP 78 tahun 2015 adalah buah dari kesalahan dari Jokowi, dimana lahirnya PP 78 adalah hanya untuk menyenangkan pengusaha dan pemilik modal agar bersedia berinvestasi di Indonesia.

Kami merasa prihatin atas sikap walikota Surabaya yang selama tidak pernah sama sekali mau beraudensi dengan buruh, ini sangat ironis, karena walikota Surabaya selama ini dikenal sebagai pemimpin yang dengan rakyatnya.

Kami buruh yang tergabung dalam GBS meskipun kecil tapi perjuangan UMK yang kami lakukan adalah mewakili buruh Surabaya, jika walikota mengusulkan UMK kepada Gubernur Jawa Timur tidak lebih baik dari daerah lain yang berada di ring 1 Jawa Timur, kami juga menolak jika rekomendasi UMK menggunakan dasar PP 78, yang kami inginkan adalah penetapan UMK berdasarkan UU No. 13 tahun 2003, yang memakai survei KHL dalam menetapkan UMK, karena bagaimanapun UU lebih tinggi dari PP.

Yang kami sesalkan selama ini adalah setiap buruh, warga stren kali melakukan aksi untuk bertemu dengan Walikota Surabaya tidak pernah sekalipun ditemui untuk mendengarkan aspirasi dari rakyatnya, kami selalu di bohongi, walikota hanya menugaskan orang lain yang tidak mempunyai kapasitas untuk menjawab aspirasi dari kami, ini menunjukan bahwa pejabat publik sekelas walikota terbaik nasional bahkan dunia ternyata buta terhadap hukum.

Sokip dari Kautindo dalam orasinya mengatakan, antara lain kami sangat meyesalkan bahwa UMK Kota Surabaya yang disampaikan oleh Walikota Surabaya kepada Gubernur Jawa Timur berdasarkan PP 78 tahun 2015, sementara kita semua tahu bobroknya PP 78 tahun 2015.

Walikota Surabaya seharusnya memperhatikan nasib Buruh Surabaya, dan ikut memperjuangkan UMK Surabaya lebih tinggi dengan wilayah lain, tidak pantas jika UMK di Surabaya disamakan atau bahkan lebih rendah dari Kabupaten lain di Jawa Timur yang berada di ring 1.

Dalam orasinya Nurudin Hidayat mengatakan, baru saja saya mendapatkan informasi, bahwa Surabaya nilai UMK nya paling rendah dari ring 1, bahkan di Gresik mengusulkan UMK di atas rata-rata sebesar Rp. 3.700.00, ini menunjukkan bahwa Bupati di daerah ring 1 lebih perhatian terhadap kehidupan Buruh, sementara walikota Surabaya hanya ngurusi taman saja tapi tidak bisa memperjuangkan rakyatnya.

Dengan rendahnya UMK Surabaya, buruh Surabaya dikatakan sebagai Buruh yang pro kapitalis, kita selalu diejek oleh buruh dari daerah lain, maka kita Buruh Surabaya akan terus melawan dan siap mengerahkan massa yang lebih besar melakukan aksi secara total di Rumah Kediaman Walikota Surabaya, kami hanya ingin Walikota Surabaya merevisi usulan UMK Surabaya, jika tidak mau sebaiknya Tri Rismaharini turun dari jabatanya.

Massa aksi dari GBS secara bersama - sama mengucapkan sumpah buruh. Nuruddin Hidayat, mengumumkan kepada buruh yang tergabung dalam GBS, bahwa buruh akan tetap turun aksi sampai tanggal 21 November 2016.

Karena Walikota Surabaya tidak berada di kediamannya, dan buruh tidak mau ditemui selain Walikota Surabaya langsung, buruh membubarkan diri dengan tertib, dan akan melakukan aksi kembali besok di rumah kediaman Walikota Surabaya di Perum Taman Pondok Indah I.

[/And]


http://mediasurabaya.com


SURABAYA ,- Aksi damai dan pentingnya toleransi dilakukan oleh Jaringan Masyarakat Peduli Kebhinnekaan yang diikuti oleh 30 orang Mahasiswa UnSURI Koorlap sdr. Harun dan Sdr. Zanhaq dalam rangka hari toleransi sedunia di perempatan Jl. Polisi Istimewa Surabaya (17/11).

Dalam orasinya, koorlap menyampaikan, tanggal 16 Nopember 1995 telah ditetapkan PBB sebagai Hari Toleransi Internasional. Di hari toleransi ini, kita saatnya mengajak masyarakat mengakui dan menghargai hak dan keyakinan orang lain serta menyadari betapa ketidak adilan, penindasan, rasisme, diskriminasi, kebencian berbasis agama dan sejenisnya mempunyai dampak sangat buruk bagi kehidupan bersama.

Toleransi sebagai tanggung jawab menegakkan hak asasi manusia, pluralisme, demokrasi dan rule law. Setiap WNI indonesia dilindungi oleh negara, dimana termaktub dalam Konstitusi negara Indonesia maupun dalam instrumen HAM Internasional.

Semboyan bhinneka tunggal ika telah berhasil membangun keberagaman membuktikan bahwa bangsa Indonesia ini cinta damai. Diharapkan di Jatim tidak ada intoleransi, maka dengan ini kita sebagai anak bangsa dapat menjaga keberagaman dan perbedaan demi kejayaan NKRI.

Massa aksi menyanyikan lagu darah juang dan penanda tanganan kain putih sebagai pendukung kebhinnekaan di Indonesia. Selanjutnya massa aksi menyampaikan pernyataan sikap, intinya :

Menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati segala perbedaan, menghindari tindak kekerasan dan menghapus segala kecurigaan dan kebencian demi terbangunnya kesatuan bangsa.

Mendesak pemerintah untuk berkomitmen menyelenggarakan kehidupan bangsa dan pemerintahan yang benar-benar menghormati perbedaan.

Mendesak pemerintah menghapus berbagai bentuk aturan dan kebijakan yang intoleran dan diskriminatif.

Jaringan Masyarakat Peduli kebhinnekaan Jatim menyatakan berdiri di garis depan untuk melawan praktek intolransi.

Menjadikan hari toleransi sedunia sebagai momentum dan media edukasi bagi seluruh warga dunia dalam mengakui dan menghargai hak serta keyakinan orang lain.

Pengunjuk rasa juga melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan intoleransi membawa bencana dan kehancuran masyarakat berbangsa dan bernegara.

[/Dwi-Ang]


http://mediasurabaya.com


SURABAYA ,- Aksi Unjuk Rasa (Unras) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Timur (Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Tuban dan Lamongan) diikuti sekitar 500 orang, dipimpin Sdr. Nuryanto, SH, Sungkowo AR dan Purbo Pranoto, SH, dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi JL. Gubernur Suryo Surabaya (16/11).

Tuntutan yang disampaikan, agar Gubernur Jawa Timur menyampaikan kepada Presiden untuk segera mencabut dan menyatakan PP No.78 Tahun 2015 tentang pengupahan tidak berlaku. Agar Gubernur Jawa Timur dalam menetapkan UMK Tahun 2017 tidak berpedoman pada PP No.78 Tahun 2015. Agar Gubernur Jawa Timur menetapkan UMSK Tahun 2017 dengan Rumusan UMSK = UMK Th 2017 (UMK Th 2017 x 20 %).

Pengunjuk rasa berorasi, kami datang untuk mengingatkan dan mendesak Pakde Karwo bahwa kebijakan PP 78 yang dibuat oleh Presiden Jokowi adalah suatu putusan yang berpihak pada kapitalis, sehingga lahirnya PP 78 sangat bertentangan dengan Kebutuhan Hidup Layak pekerja.

Kami akan terus berjuang untuk menolok UMP 2017 Jatim dan hapus PP 78, apabila Pemprov Jatim tidak dapat memenuhi aspirasi kami maka buruh Jatim besok akan menutup seluruh akses-akses dan simpul-simpul jalan / TOL.

Melalui 20 orang perwakilan diterima di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jatim oleh Sdr. Totok Nurhandajanto, SH. M.Hum Kabid Hubungan Industrial Disnakertransduk Jatim untuk menerima aspirasi buruh. Tanggapan Sdr. Totok intinya terkait penolakan PP 78 sudah pernah dilakukan oleh teman-teman buruh dan Gubernur Jatim sudah menyampaikan ke Jakarta karena kewenangan ada di pusat dan kab/kota hanya menjalankan.

Mengenai outsourching termasuk ilegal dan tidak sesuai dengan Perda No 17 dan ada sangsi pidana apabila ada pekerja yang dibayar tidak sesuai UMK agar dilaporkan kepada provinsi jatim sesuai dengan data-data yang kuat guna pengawasan.

Terkait putusan UMK akan segera diambil oleh Gubernur Jatim sesuai dengan usulan dari 38 Kab/Kota di Jatim dan hanya 2 Kabupaten/Daerah yang dikembalikan yaitu Pasuruan dan Sidoarjo karena usulan tidak sesuai dengan PP 78.

Terkait UMSK harus ada proses pembentukan asosiasi pengusaha sektor dan pekerja sektor, karena di daerah tertentu ada yang tidak mampu membayar dan tidak bisa disamakan, sehingga kajian-kajian tersebutlah nantinya akan diserahkan ke asosiasi sektor.

Kami akan menunggu usulan-usulan dari masing-masing wilayah kab/kota untuk segera disampaikan kepada Pemprov Jatim guna mendukung terbentuknya kajian-kajian nasional.

Tidak menutup kemungkinan pada tanggal 21 November 2016 (putusan UMK Jatim) massa buruh Jatim akan melakukan turun jalan dengan melibatkan massa buruh jumlah besar untuk menutup seluruh akses jalan/TOL karena UMK Jatim ditetapkan sesuai dengan PP 78 dan tidak sesuai dengan KHL.

[/Ang]


http://mediasurabaya.com


SURABAYA ,- Aksi Unjuk Rasa (Unras) dari Gerakan Rakyat Bersat (GBS) diikuti sekitar 50 orang, dikoordinir oleh Nuruddin Hidayat (Juru Bicara GBS) di depan Balai Kota Surabaya Jl. Sedap Malam No. 1 Surabaya (15/11).

Mendesak Wali Kota Surabaya segera menyerahkan rekomendasikan UMK Surabaya kepada Gubernur Jawa Timur dengan besararan Rp.3,6 Juta atau naik 20 persen.

Menuntut agar Gubernur menetapkan UMK Kota Surabaya dengan besaran tertinggi se-Jawa Timur, karena biaya hidup masyarakat Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur lebih tinggi dari biaya hidup di daerah lain.

Nuruddin Hidayat mengatakan, menyayangkan tindakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dinilai lepas tangan soal upah minimum kota (UMK) Surabaya 2017, dimana pembahasan UMK oleh Dewan Pengupahan Kota Surabaya menghasilkan dua versi angka usulan UMK Surabaya 2017.

Bahwa versi serikat pekerja Surabaya, UMK Surabaya 2017 sebesar Rp 3.409.400, meningkat 11,8 persen dari besaran UMK Surabaya 2016 sebesar Rp3.045.000, sedangkan versi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surabaya, besaran UMK hanya Rp.3,2 juta, atau meningkat sebanyak 8,25 persen saja.

Keputusan Dewan Pengupahan Kota Surabaya sudah diberikan kepada Wali Kota Surabaya, tetapi justru membawa putusan ini ke Jakarta, kami menilai tujuan Risma ke Jakarta untuk meminta fatwa dan persetujuan Kementerian Tenaga Kerja mengenai rekomendasi UMK Surabaya 2017, sementara dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, sudah mengatur bahwa Bupati/Walikota berwenang mengajukan rekomendasi UMK.

Rekomendasi UMK Surabaya 2017 dengan Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, sudah mengajukan rekomendasi UMK sebesar Rp3.584.022, atau naik 17,25 persen dari besaran UMK tahun sebelumnya, jadi besaran UMK Kota Surabaya lebih rendah dari Pasuruan, ini akan melegitimasi upah murah di Kota Surabaya yang akan menjerumuskan Buruh Surabaya dalam kemiskinan.

Tindakan Risma yang menyebabkan rekomendasi UMK Surabaya 2017 masih mengambang, hal tersebut akan menjadikan Buruh Surabaya lebih lama mendapat kepastian UMK 2017. Padahal, Gubernur Jawa Timur telah menerbitkan Surat Edaran jadwal penetapan UMK 2017. Surat tersebut memuat batas akhir pembahasan dan penetapan rekomendasi UMK di tingkat Kabupaten/Kota, maksimal pada 31 Oktober 2016 lalu.

Sedangkan penyerahan rekomendasi UMK 2017 oleh Bupati/Walikota kepada Gubernur Jatim, selambat-lambatnya hingga 4 November 2016 lalu. Sementara, Surabaya menjadi satu dari tiga Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang belum mengusulkan rekomendasi UMK 2017.

Massa GBS berkumpul melakukan rapat internal, dimana dalam rapat tersebut Agus Supriadi menyampaikan, karena tidak ada itikad baik dari Walikota Surabaya untuk menemui kami, maka GBS akan melakukan aksi yang lebih besar, kami menyesalkan kenapa wali kota tidak mau bertemu dengan buruh.

Karena tidak ada yang menemui GBS akan melakukan aksi pada hari Kamis 17 November 2016 di DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya, dan di Rumah Dinas Tri Rismaharini dengan membawa massa yang lebih besar.

[/Dik]


http://mediasurabaya.com

MEDIA SURABAYA

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-JqOwFUUcTnM/WlHYz5PkL4I/AAAAAAAAEkk/2oRB13coK6QPYHd1uRTnzgCn81lfNJG8wCLcBGAs/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.