Foto : Serma Sugeng H. Bersama Warga (Mitra Karib) | 

SURABAYA ,- Babinsa Koramil 0832/06 Karangpilang Kodim 0832/Surabaya Selatan melaksanakan pemantauan di wilayah Kelurahan Wiyung dan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang Babinsa untuk melakukan pemantauan di wilayah binaan dan berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat.

Termasuk dengan Tukang Becak, Tambal Ban, dan Loper Koran, mereka ini adalah Mitra Karib. Dari situlah Babinsa dapat mengetahui setiap perkembangan sosial di masyarakat," ujar Babinsa Serma Sugeng H., saat komunikasi dengan mereka yang mangkal di samping Kelurahan Wiyung, Minggu 31/07/2016.
Foto : Serma Harry S. Melatih Security Perumahan Graha Sampurna Indah | 

Ia menghimbau, agar mereka ikut membantu menjaga dan mengawasi keamanan dan ketertiban, serta kebersihan di sekitar lokasi Kelurahan Wiyung," harap Babinsa Serma Sugeng H.

Bilamana melihat dan mendengarkan ada sesuatu hal yang mencurigakan, agar segera melaporkan kepada Babinsa atau Bhabinkamtibmas, serta Instansi Terkait. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, utamanya yang berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)," himbaunya.

Sebagai Babinsa yang punya wilayah binaan, sudah sepatutnya merangkul semua Kalangan atau Unsur sebagai Mitra Karib dan Jaringter tanpa melihat Pangkat, Jabatan atau Status Sosial di Masyarakat.

Pada intinya, Keamanan dan Ketertiban di wilayah binaan menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu sangat diperlukan Sinergitas antar semua Unsur, diantaranya Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh Elemen Warga Masyarakat. Guna terciptanya situasi wilayah binaan yang aman, tentram dan kondusif.

Sehingga roda perekonomian di masyarakat dapat berjalan dengan baik untuk mencapai kesejahteraan secara ekonomi di wilayah binaan, serta seluruh Rakyat Indonesia pada umumnya," pungkas Serma Sugeng H.

Lain tempat, masih di wilayah Koramil 0832/06 Karangpilang, yaitu di Perumahan Graha Sampurna Indah RW.XI Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung. Security  setempat yang berjumlah 7 Personil, mendapatkan pembinaan fisik, lari jalanan dan pelatihan PBB dari Babinsa Serma Harry S.

Serma Harry S. menambahkan, diharapkan dalam pembinaan ini, para Security dalam melaksanakan tugas sehari-hari tetap tegar.  Membentuk sikap dan jiwa, serta kepribadian agar lebih disiplin seperti yang diinginkan warga Perumahan," ujarnya.

(MCDim0832_Srt Ags)

Foto: Rois Jajeli | 

SURABAYA ,- Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo bisa setingkat internasional sesuai standar Joint Commision International (JCI). Untuk mendukung upaya tersebut, diantaranya meningkatkan pelayanan, pembangunan sarana dan prasarana hingga hingga kinerja aparat negara.

"Keinginan pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan Rumah Sakit dr Soetomo setingkat dengan rumah sakit internasional sesuai standar dari JCI," kata Soekarwo di sela pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan tertinggi eselon II di lingkungan Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (30/7/2016).

JCI merupakan badan akreditasi non profit yang berpusat di Amerika Serikat. JCI bertugas menetapkan dan menilai standar performa para pemberi pelayanan kesehatan. Lembaga independen dari luar negeri ini juga ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai pelaksana akreditasi pelayanan kesehatan.

Akreditasi pelayanan kesehatan memiliki empat tujuan yakni, Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dengan meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumberdaya lebih efisien. Menciptakan internal rumah sakit yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan para perawat mendengarkan pasien dan keluar. Menghormati hak-hak pasien.

Untuk mencapai akreditasi dari JCI, beberapa upaya dilakukan rumah sakit milik Pemprov Jatim ini diantaranya, terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang sesuai standar internasional, yang diharapkan rampung pada tahun 2018. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan sarpras ini sekitar Rp 1,8 triliun.

"Untuk biaya, berasal dari pemasukan yang diterima biaya pengobatan pasien di rumah sakit dr Soetomo sendiri," tuturnya.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini menambahkan, RSU dr Soetomo diharapkan menjadi rumah sakit tersier, artinya rumah sakit yang menerima pasien penyakit tersier.

"Orang sakit batuk pilek, sudah tidak lagi berobat di rumah sakit dr Soetomo. Mereka bisa berobat di puskesmas, atau rumah sakit milik pemerintah kabupaten dan kota," jelasnya.

Ada lima pimpinan tinggi pertama Eselon II di lingkungan Pemprov Jatim yang dilantik seperti dr Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG (K) sebagai Direktur RSUD dr Soedono Madiun menggantikan dr Kohar Hari Santoso. dr Kohar menempati jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menggantikan dr Harsono yang dimutasi sebagai Kepala Badan Layanan Usaha Daerah (BULD) rsu dr Soetomo.

Suprayitno dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Malang. Sekretaris Daerah Kota Malang Ir Cipto Wiyono dimutasi sebagai staf ahli gubernur bidang hukum dan politik. Jabatan Sekkota Malang diisi dr Idrus.

"Sebagai kepala dinas kesehatan harus bisa mengkoordinir rumah sakit, sehingga tidak akan ada lagi penumpukan pasien di rumah sakit dr Soetomo. Sebab rumah sakit dr Soetomo ini menjadi rumah sakit tersier," tandasnya. 

(roi/bdh)
Rois Jajeli - detikNews

[ detik.com ]

Foto: Rois Jajeli | 

SURABAYA ,- Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pelatihan dan ilmu mengenai kuliner, kerajinan tangan, industri rumah tangga ke warga Papua. Risma berjanji, dalam waktu dekat akan mengirimkan instruktur ke Papua untuk membagikan ilmunya ke daerah ujung timur Indonesia.

"Ada pelatihan di lima bidang yang kita berikan seperti kuliner, home industri, kerajinan yang terbuat dari eceng gondok, kerajinan daun kering," kata Risma di sela-sela workshop Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (31/7/2016).

Walikota perempuan pertama di Surabaya ini menceritakan tentang animo ibu-ibu dari Papua. Ketika Risma melakukan kunjungan ke Papua pada April lalu, beberapa ibu-ibu dari Jayapura rela datang pagi-pagi ke hotel tempat menginap Risma, hanya untuk bertemu dan meminta Risma mengirimkan instruktur pelatihan di bidang kuliner, kerajinan tangan, home industri.

"Mereka pada waktu itu memaksa ingin bertemu saya. Padahal saya mau berangkat ke bandara," katanya.

"Mereka dari ibu-ibu penggerak di gereja ini ingin menambah ilmunya. Karena disana katanya banyak sekali perempuan korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), sehingga ibu-ibu ingin memiliki kekuatan dan bisa mandiri," terangnya.

Karena waktunya mepet dengan kegiatan Preparatory Committee (PrepCom) 3 for Habitat III, para instruktur belum dikirim ke Papua, karena menyiapkan pameran dan kegiatan selama PrepCom.


Sebanyak 15 perempuan Papua pun tak sabar untuk mendapatkan pelatihan, sehingga mereka datang ke Surabaya untuk menimba ilmu dari pahlawan ekonomi Surabaya.


"Saya menjanjikan akan datang ke Jayapura. Ternyata yang datang ke sini nggak hanya dari Jayapura, tapi ada juga dari Wamena, Biak dan daerah lain. Ibu-ibu ini kan dari penggerak gereja, dan mereka diundi siapa saja yang berangkat ke Surabaya," terangnya sambil menambahkan, selain memberikan pelatihan selama 10 hari di Surabaya, dalam waktu dekat Risma akan mengirimkan instrukturnya ke Papua.

"InsyaAllah kita sudah siapkan beberapa orang dari pahlawan ekonomiu yang berhasil dan memulai dari nol," tandasnya sambil menambahkan, bahan baku untuk kerajinan seperti eceng gondok di Papua banyak ditemui.

"Bahannya di papua nggak sulit dicari. Seperti Tripang, mereka buang-buang, padahal tripang disana besar-besar. Kalau di Surabaya, Tripang sudah diekspor ke Korea, Amerika Serikat," terangnya.

Sementara itu, Deborah Wamea, salah satu peserta pelatihan dari Papua sangat antusias mengikuti pelatihan yang digelar Pemkot Surabaya seperti menjahit, bengkel dan membuat olahan makanan,

"Programnya bagus-bagus dan menarik. Sekali mengikuti pelatihan, saya langsung paham," ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran terhadap masyarakat selama ini hanya dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah setempat.

"Kalau disana, belajar sesuatu harus mengeluarkan uang, dan pelajarannya juga sulit dimengerti. Kalau di sini pengajarannya bagus dan mudah dipahami," tuturnya.

Setelah mendapatkan pelatihan di Surabaya, mereka akan membagikan ilmunya ke perempuan lain di Papua nanti.

"Kami tidak akan pelit, akan saya tularkan (ilmunya) ke ibu-ibu di sana agar semuanya juga bisa," tambah Yohanna Erari dari Serui. 

(roi/bdh)

Rawuh saat menerima penghargaan dari Muhadjir Effendy Mendikbud sebagai orang tua hebat. Foto: Istimewa | 

SURABAYA ,- Rawuh dan Munah suami istri yang tinggal di Jalan Panduk Surabaya telah meraih penghargaan orang tua hebat tingkat nasional dari Kementrian Pendidikan bersama 14 orang tua lainnya, Sabtu (30/7/2016). Penghargaan atas kepedulian mereka yang luar biasa terhadap pendidikan anaknya. Tiga anaknya berhasil menyelesaikan kuliahnya di S1 dengan Indeks Prestasi 3,3.

Rawuh, 64 tahun, adalah seorang tukang becak, sedangkan istrinya pedagang buah kecil-kecilan di depan rumahnya. Rawuh sadar, penghasilannya sebagai tukang becak, tidak akan cukup untuk menyekolahkan anaknya sampai di perguruan tinggi.

Namun Rawuh meyakini prestasi anaknya di bidang akademik akan membuka jalan bagi anaknya untuk mendapatkan beasiswa. Terbukti, tiga anak perempuan Rawuh dan Munah lulus perguruan tinggi dengan biaya beasiswa.

Anis Suharti putri pertamanya merupakan lulusan Fakultas Fisika Universitas Negeri Surabaya, melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), yang oleh masyarakat disebut jalur undangan. Jalur ini tanpa tes, hanya berdasarkan nilai rapor dan angka kelulusan.

Anita Wahyu, putri keempatnya juga lulusan Universitas Negeri Surabaya, masuk lewat jalur UMPTN. Anita mengikuti program sarjana mengajar di daerah tertinggal SM3T di Sumba selama satu tahun, kemudian mendapat beasiswa kembali dari Universitas Negeri Surabaya selama tiga tahun.

Heni Fitria si bungsu setelah lulus di SMA Negeri 14 Surabaya, mendapat beasiswa S1 dari Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di SEGi College Kuala Lumpur Malaysia jurusan manajemen dan keuangan.

"Berkat bantuan dari Bu Risma, sampai S1-nya selesai Heni tanpa mengeluarkan biaya," katanya.

Heni sempat magang di bagian Humas Pemkot Surabaya sebelum bekerja di perusahaan telekomunikasi di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Metode yang digunakan Rawuh untuk memotivasi anaknya ternyata sederhana. Pertama, disiplin dalam menggunakan waktu untuk belajar dan ibadah. Saat anaknya belajar, Rawuh dan istrinya menunggui dengan sabar meskipun Rawuh sendiri tidak paham apa itu matematika, fisika dan biologi. Saat belajar televisi harus dimatikan. 

"Saya ini SD tidak tamat dan membaca saja blekak blekuk (tidak lancar, red)," kata Rawuh.
Kedisiplinan yang ditanamkan pada anaknya membuahkan hasil yang membanggakan. Tiga anaknya menjadi sarjana.

Muhadjir Effendy Mendikbud mengatakan, para orang tua hebat tersebut berhasil mengantarkan anaknya menjadi sarjana dan doktor di beberapa negara maju. Meskipun hanya sebagai tukang buruh cuci bisa mengantarkan anaknya jadi doktor, menjadi tukang becak tapi bisa antarkan tiga anaknya jadi sarjana.

Kuncinya orang tua hebat mempunyai kepedulian yang cukup tinggi pada pendidikan anaknya. Pendidikan tidak diserahkan bongkoan (seluruhnya, red) pada sekolah, tapi peran dan tanggung jawab orang tua, ikut menentukan berhasil tidaknya anak didik. "15 orang tua hebat itu telah menginspirasi kita semua," kata Mendikbud.(jos/iss/den)
Laporan Jose Asmanu
Editor: Denza Perdana


Foto : Babinsa Sertu Ekho Dampingi Petani |

SURABAYA ,- Babinsa Koramil 0832/06 Karangpilang Kodim 0832/Surabaya Selatan melakukan pendampingan petani dalam rangka Masa Tanam (MT) II di lahan sawah wilayah Kelurahan Kedurus Kecamatan Karangpilang Surabaya, Sabtu 30/07/2016.

Babinsa Sertu Ekho P. menyampaikan, melalui kegiatan pendampingan terhadap Pok Tani Kedurus Subur, telah diketahui untuk saat ini para generasi tua sudah banyak yang tidak kuat bekerja di sawah.

Ia menambahkan, keterangan yang didapatkan dari petani, saat ini mencari tenaga kerja di sekitar kita agak sulit. Hal ini dikarenakan generasi muda sudah banyak yang tidak mau bekerja di sawah, lebih baik bekerja di Perusahaan. Untuk itu, kami berusaha mencari tenaga orang dari Pedesaan, ini berlanjut hingga masa panen,” terang Babinsa, saat komunikasi dengan petani Bapak Parman.

Perlu diketahui, bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa terhadap Petani, terkait dengan Program Pemerintah tentang “Ketahanan Pangan Nasional” melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dinas Pertanian di Kabupaten dan Kota bekerja sama dengan Satuan Teritorial TNI AD.

Pendampingan petani yang dilakukan oleh Babinsa, antara lain mulai dari menyiapkan lahan, masa tanam dan panen, maupun segala kebutuhan dan keperluan lainnya termasuk tingkat kesulitan petani. Selanjutnya dilaporkan ke Komando Atas, menjadikan perhatian dan sebagai bahan masukan ke Dinas Pertanian setempat agar ditindaklanjuti.

Diharapkan dengan terpenuhinya kebutuhan petani, bisa meningkatkan produksi padi. Sehingga dapat mensukseskan Program Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Beras, dan tercapainya Ketahanan Pangan Nasional.

(MCDim0832_Srt Ags)

[ Kodim 0832 ] 



http://mediasurabaya.com

TPU Kalianak, Jenazah Freddy Budiman dimakamkan |

SURABAYA ,- Rumah Duka terpidana mati Freddy Budiman sejak pagi tadi sudah dijaga oleh Polisi Polrestabes Surabaya, Polsek Bubutan dan Satuan Brimob Polda Jatim di Jl. Krembangan Baru 7/6A Surabaya.

Kerabat dan warga sekitar berdatangan untuk bertaziah ke Rumah Duka, semakin lama semakin banyak warga yang berdatangan untuk menyambut kedatangan maupun membantu persiapan pemakaman Jenazah terpidana mati Freddy Budiman.

Mobil Ambulance yang mengangkut Jenazah Fredy Budiman, sekitar pukul 14.00 WIB tiba di depan Rumah Duka. Selanjutnya Jenazah dimasukan ke Rumah Orang Tuanya.

Dari peti mati Jenazah dipindahkan ke Keranda Jenazah, selanjutnya dibawa ke Masjid Nurrahmah untuk disholatkan yang jaraknya sekitar 200 meter dari Rumah Duka.

Selesai disholatkan, Jenazah dibawa ke Pemakaman Umum. Kerabat dan Ratusan warga mengiringi pemakaman mulai dari rumah duka sampai TPU Kalianak atau Mbah Ratu Jl. Sedayu 85 Surabaya.

Sesampainya di Jl. Rajawali, Polisi KP3 mengawal Keranda Jenazah sampai ke tempat pemakaman. Jenazah Freddy Budiman tiba di Pemakaman Umum Kalianak sekitar pukul 14.38 WIB.

Jenazah dimasukan ke liang lahat sekitar pukul 14.44 WIB, selanjutnya Mudin menyuarakan  Adzan ditelingga Jenazah Freddy Budiman. Dilanjutkan dan selesai pengurukan tanah makam, dibacakan doa oleh Mudin setempat.

Selesai pemakaman, pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan warga untuk mengantarkan Jenazah Freddy Budiman ke tempat peristirahatan terakhir. Mohon dimaafkan, apabila selama hidup Almarhum mempunyai kesalahan.

[/ang]



http://mediasurabaya.com

Foto : MCDim0832 | Peserta Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat
Kunjungan di Rusun Grudo Tegalsari Surabaya | 


SURABAYA ,- Kodim 0832/Surabaya Selatan beserta Jajaran Koramil 0832/01 s.d. 0832/08, melaksanakan pendampingan dan pengamanan dalam rangka The Third Session Of The Preparatory Committee Meeting (Prepcom 3) for UN Habitat yang dikuti oleh Peserta sekitar 2.500 orang dari 193 Delegasi Negara di seluruh dunia, Selasa 26/07/2016.

Prepcom 3 for UN Habitat sudah dilaksanakan mulai kemarin pada hari Senin 25 Juli 2016 s.d. Rabu 27 Juli 2016. Pada hari kedua ini, Selasa 26 Juli 2016 para Delegasi yang terdiri dari 36 Negara mengunjungi Broadband Learning Center (BLC) Rusun Grudo Gang 5 No.2 Tegalsari Surabaya. Negara-negara tersebut, antara lain Malawi, Jiboti, Kenya, Maroko, Uni Emirat Arab, India, Srilanka, Banglades, Filipina, Colombia, Nepal dan lain-lain. Kedatangan Rombongan Delegasi disambut oleh Muspika Tegalsari yang terdiri dari Camat, Wakapolsek Tegalsari, Lurah dr. Soetomo dan Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suprapti SH," kata Danramil 0832/03 Tegalsari Mayor Inf Mahfud Rofi'i, S.Pd., yang waktu itu ikut serta bersama Muspika menyambut kedatangan Rombongan Delegasi.


Rombongan Delegasi melihat seluruh fasilitas yang ada, meliputi fasilitas Flat yang terdiri dari 5 lantai, Mushola, Lahan Parkir, Taman Obat Herbal, Perpustakaan/Taman Baca, Broadband Learning Computer/Belajar Komputer Gratis ada 10 unit komputer, pengolahan sampah menjadi humus, pembuangan limbah berwawasan lingkungan & taman bermain anak-anak atau rekreasi.

Delegasi Malawi  sangat terkesan dengan lengkapnya fasilitas, begitu pula dengan Delegasi Filipina mengapresiasi murahnya sewa perbulan yaitu antara 100 s/d 150 ribu perbulan. Sedangkan Delegasi Colombia mengapresiasi Rusun Grudo yang berwawasan edukatif berupa Broadband Learning Computer gratis, dan Delegasi India begitu menikmati suasana yang bersih, indah & sejuk. Kesimpulannya, para delegasi sangat berkesan dengan Rusun Grudo yang akan dijadikan referensi pembangunan kawasan perkotaan yang berwawasan lingkungan di negaranya masing-masing," ujar Danramil 0832/03 Tegalsari.


BACA JUGA : 

Terkait Event PrepCom 3 for UN Habitat. Kodim 0832 Karya Bakti Bersama Muspika & Masyarakat


Jelang PrepCom 3 for UN Habitat, Babinsa & Satpol PP Tertibkan PKL Sawahan


Kodim 0832 Pengamanan Car Free Day & Fun Bike PrepCom 3 for UN Habitat Dihadiri Walikota Surabaya


Antusias Hari Ini Laku 22 Juta, Peserta Prepcom 3 for Habitat Kunjungi UMKM Batik Jumput Kedung Rukem


Rombongan Peserta Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat juga melakukan kunjungan di SDN Kaliasin 1 Jl. Gubernur Suryo No. 26 Surabaya. Rombongan Peserta Delegasi berjumlah 25 orang, terdiri  dari 1 orang peserta dari Somalia dan 2 orang peserta dari Afrika, serta 22 orang peserta dari Indonesia, Ketua Pimpinan Rombongan Sdr. Eko. Saat Rombongan Delegasi tiba langsung disambut dengan Tarian Remo dan Yel-Yel. Selanjutnya melakukan peninjauan cara pembuatan kertas, pembuatan Kompos, alat pengolahan air limbah domestik, kerajinan batik tulis, hasil ketrampilan dan melihat ruang kelas," ujar Babinsa Kelurahan Embong Kaliasin Serda Nurhadi dan Kopka Wiji Utomo.


Tak ketinggalan Kampung Candi Rejo RT.02 dan RW.08 Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng Surabaya juga dikunjungi oleh Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat. Kampung ini mengelola air limbah menjadi air bersih yang bisa bemanfaat untuk penyiraman bunga, juga menjaga kebersihan lingkungan di samping itu juga untuk memelihara ikan," kata Babinsa Pelda Midianto, Serma Anton Kota, Serma Natal Siagian, Sertu Ekho P. dan Sertu Agung, serta Kopka Heni Suparjo, saat melakukan pengamanan di lokasi.


Delegasi Negara Perancis, Belarusia, Armenia dan Georgia serta Dalam Negeri, siang tadi juga mengunjungi Gedung Wismilak Jl. Darmo 20 Surabaya dalam rangka City Tour Heritage Track Package. Perlu diketahui, Gedung Wismilak merupakan Aset Cagar Budaya, bangunan kuno yang dibangun pada abad 18 yang sampai saat ini terawat, terpelihara bagus dan indah yang digunakan sebagai kantor pusat PT. Rokok Wismilak. Bangunan terdiri dari 4 lantai, para delegasi  melihat dan menanyakan tentang sejarah bangunan, surat rekomendasi aset cagar budaya serta studi komparatif tentang pelestarian bangunan-bangunan kuno yang tetap terpelihara dengan baik. Sebagai warisan budaya bangsa, sebagai referensi bahan diskusi dalam Prem Environment Comitee III di Grand City Surabaya. Rombongan meninggalkan Gedung Wismilak pada pukul 14.40 WIB, selanjutnya menuju Tunjungan Carnival Walk," pungkas Danramil 0832/03 Tegalsari.


Menjelang sore, Wakil Perdana Menteri Iran Madem Tania dalam rangka City Tour Surabaya Shopping and Culinary Track Package menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Handicraft. Disini Wakil Perdana Menteri Iran disambut oleh Muspika Kecamatan Tegalsari didampingi oleh Danramil 0832/03 Tegalsari Mayor Inf Mahfud Rofi'i, S.Pd., beserta Babinsa Kelurahan Wonorejo Serma Djumali, Serda Sujatmiko dan Bhabinkamtibmas Aiptu Didik, serta Ibu Sulatingsih Pengrajin PKK Nena Namo Jl. Kedungsari No.21 C RT.01 RW.I Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya.



(MCDim0832_Srt Ags)


[ Kodim 0832 ]


FOTO: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak
saat memberi penghargaan pada masyarakat yang telah membantu polisi.(hp tanjung perak/ziz) | 
SURABAYA ,– Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengungkapan kejahatan jalanan. Hal itu diberikan kepada tiga masyarakat, salah satunya anggota TNI serta lima anggota polisi.
“Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang membantu polisi dengan menangkap para pelaku kejahatan. Di mana dalam hal ini suadara kita dari TNI AL juga turut berupaya membuat kondisi tetap aman,” kata AKBP Takdir Mattanete.
“Bagi para anggota fungsi lainnya juga harus berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik. Karena dengan dedikasi tinggi merupakan bukan beban berat yang harus dijalani. Selain penghargaan jelas akan ada hukuman, bagi anggota yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” lanjut Nette Boy, sapaan karib AKBP Takdir Mattanete.
Sedangkan ketiga masyarakat yang mendapat penghargaan yakni Noval Kurniawan, mahasiswa. Teguh Ari Wahyudi, karyawan swasta. Serta, Ali Murtonom, anggota TNI AL, dan ketiganya berhasil menangkap dan menyerahkan pelaku jambret.
Untuk anggota polisi yang mendapat penghargaan, AKP Eko Nur, Kanit Lantas Polsek Krembangan. Aiptu I Gusti Putu Dana, Ps. Panit Sabhara Polsek Krembangan. Aiptu Hendar Sasono, Ps Panit Lantas Polsek Krembangan. Aipda Imam Rosjadie, Banit Lantas Polsek Krembangan. Brigadir Budisariyanto, Banit Sabhara Polsek Krembangan. Kelimanya juga melakukan penangkapan pelaku jambret.(hp tanjung perak/ziz)



SIDOARJO ,Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo akan menggelar deklarasi antikorupsi yang melibatkan seribu jamaah dan mendatangkan pengawal kasus Suyono yang sekaligus Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahniel A Simanjutak pada Sabtu (30/7/2016) mendatang. 

Ketua PDPM Sidoarjo Syamsul Hadi mengungkapkan deklarasi ini sebagai upaya untuk menumbuhkan gerakan antikorupsi di lapisan masyarakat, agar bisa mencegah pengakaran kasus korupsi di setiap sudut masyarakat.

"Banyaknya kasus korupsi itulah yang menginisiasi kami supaya untuk segera menggelar deklarasi 'Berjamaah Melawan Korupsi'. Dan nantinya akan hadir secara langsung Ketua PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan besarnya agar bisa didukung hingga ke pelosok-pelosok Indonesia," ujar Samsul.

Dikatakan Syamsul, gerakan berjamaah antikorupsi merupakan usaha preventif yang muncul dari anak-anak muda di lingkungan Muhammadiyah. 

Ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bersih dan jujur.

"Korupsi yang sudah demikian mengakar harus dicegah secara berjamaah. Gerakan ini harus dilakukan secara sadar dan masif," tutur Syamsul Hadi di sela rapat persiapan Deklarasi Berjamaah Antikorupsi, Selasa (26/7/2016).

Deklarasi, lanjutnya, akan dilaksanakan bersama seluruh elemen Muhammadiyah di Sidoarjo di Auditorium SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

"Kalau tidak kita siapkan mulai dari sekarang, maka masa depan bangsa ini akan kembali dikuasai koruptor-koruptor tengik. Dan ini merupakan wujud dari ikhtiar kami untuk menciptakan iklim berbangsa yang lebih baik di masa depan," pungkas Syamsul. [air]

Reporter : Fahrizal Tito




Ilustrasi


surabaya.com ,- Kurang dari dua minggu setelah mencapai 10 juta unduhan, game mobile Pokemon GO kini dilaporkan telah melewati 50 juta unduhan di Android.


Sementara itu, angka unduhan game tersebut di iOS belum diketahui untuk saat ini. 



Seperti dilansir Antara, pengamat mengatakan permainan tersebut dapat menghasilkan pendapatan sekitar 3 miliar dolar AS untuk Apple dalam beberapa tahun mendatang. 



Dengan lebih dari 21 juta pengguna aktif harian, game besutan Nintendo dan Niantic tersebut telah menjadi game mobile terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.



Pokemon GO saat ini tengah bergulir di negara-negara di Eropa, dengan Prancis menjadi pasar Eropa terbaru di mana game tersebut kini telah tersedia untuk di-download.



Sebagai catatan, sejumlah laporan menyebutkan bahwa peluncuran game tersebut di Prancis tertunda, meskipun belum ada pernyataan resmi atas laporan tersebut, demikian GSM Arena. (ant/dwi/rst)

Dwi Yuli Handayani

Editor: Restu Indah

Wahyudi (foto:Istimewa) |  
SURABAYA - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda berdarah Indonesia, Wahyudi Hoekstra mencari orangtua kandungnya di Surabaya. Wahyudi dibuang orangtuanya 39 tahun lalu, saat baru berusia satu hari, di Jalan Ronggolawe Surabaya.

Setelah puluhan tahun lamanya, warga Belanda ini datang ke Surabaya untuk mencari orangtua biologisnya. Pencarian Wahyudi itu ibarat mencari jarum dalam sekam, sulit, dan melelahkan.

Wahyudi datang dari negeri Belanda bersama saudara angkatnya Yulia Hoekstra, mereka berasal dari Kota Leeuwarden. Setibanya di Surabaya, mereka menuju ke Yayasan Kartini, tempat penampungan bayi-bayi terbuang, di Jalan Siak Surabaya.

Di yayasan ini, Wahyudi Hoekstra pernah ditampung dan dirawat selama satu bulan, sebelum diadopsi oleh warga Belanda bernama Hoekstra.

Dari riwayatnya, tepatnya pada 31 Mei 1977, Wahyudi Hoekstra yang masih berusia satu hari dibuang oleh orangtua kandungnya di Jalan Ronggolawe 2 Surabaya, yang kemudian ditemukan oleh seorang tukang becak.

Oleh tukang becak itu, Wahyudi diserahkan ke kantor polisi Polsek Tegalsari. Dari kepolisian, Wahyudi diserahkan ke Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, yang kemudian dititipkan ke Yayasan Kartini, hingga akhirnya diadopsi keluarga Hoekstra.

Hingga kini, sudah empat kali Wahyudi Hoekstra mendatangi Surabaya untuk mencari orangtua kandungnya. Namun, belum ada hasil dan tanda-tanda orangtuanya ditemukan. 

Berbagai cara pun sudah dilakukannya, termasuk memajang foto di media sosial dengan poster bertuliskan "Nama Saya Wahyudi Hoekstra Mencari Keluarga." 

Dia berharap, dengan adanya pemberitaan dari media, dapat menemukan siapa orangtua biologisnya setelah 39 tahun lamanya dia dipisahkan. Sementara itu, pihak Yayasan Kartini sendiri tidak bisa membantu banyak.

Lantaran saat diserahkan ke pihak yayasan, yang didapat hanya data dari rumah sakit, terkait riwayat ditemukannya Wahyudi. Soal identitas orangtua Wahyudi Hoekstra yang sebenarnya, sama sekali tidak ada dan gelap.

Wahyudi Hoekstra sudah tinggal dua hari ini di Surabaya, dan rencananya dia akan segera berangkat ke Bali, sebelum kembali ke Belanda. Meski jalan yang ditempuhnya mencari kedua orangtuanya sulit, Wahyudi mengaku akan terus mencari.

(san)

[ sindonews.com ]

Foto : MCDim0832 | Serma Sugeng H. bersama Pensiunan Kapten (Purn) Imam
dan Heri Setiaji Anggota Pramuka Saka Taruna Bumi (Pertanian) Kwarcab Surabaya

SURABAYA ,- Untuk mensukseskan Program Pemerintah tentang Swasembada Pangan Nasional, Kodim 0832/Surabaya Selatan beserta Jajaran Koramil bekerja sama turut membantu Dinas Pertanian Kota Surabaya. Pendampingan kepada Petani yang dilakukan oleh Babinsa yaitu dalam rangka Masa Tanam (MT) II di wilayah binaan masing-masing, Sabtu 23/07/2016.

Babinsa Kelurahan Wiyung Serma Sugeng H. menyampaikan, saat ini (Babinsa) melakukan pengecekan di lahan Sawah Bapak Imam Kapten (Purn) mantan Anggota Kodim 0832/Surabaya Selatan Pok Tani Sri Lestari Kelurahan Wiyung. Luas lahan 1 Ha, usia tanam 30 hari, kondisi tanaman sehat dan subur, serta pengairan lancar," ujarnya, didampingi Kakak Heri Setiaji Anggota Pramuka Saka Taruna Bumi (Pertanian) Kwarcab Surabaya.

Bapak Imam menyampaikan, setelah Pensiun kembali bercocok tanam untuk mengisi kesibukan setiap hari. Serta turut membantu Program Pemerintah terkait Swasembada Beras dan Merdeka Pangan Secara Nasional," tuturnya.

Serma Sugeng H. mengatakan, Bapak Imam mengucapkan terima kasih atas peran aktif Babinsa turun ke sawah, dalam rangka membantu Program Pemerintah. Beliau berpesan supaya Babinsa tetap mengedepankan senyum, sapa dan salam "Sapa dan tegur sapa dengan warga binaan". Dengan kehadiran Babinsa di wilayah binaan, sehingga warga masyarakat merasa terayomi, aman dan damai, serta sejahtera," pungkas Serma Sugeng.

Perlu diketahui pendampingan petani juga dilakukan oleh Babinsa Koramil yang di wilayahnya terdapat lahan pertanian, meliputi lahan sawah milik Bapak Slamet Pok Tani Jeruk Manis, seluas 2 Ha di wilayah RT.01 RW.02 Kelurahan Jeruk. Dilahan tersebut Babinsa Serda Nasirun membantu panen padi.

Selain itu, pendampingan dilakukan oleh  Babinsa di lahan sawah milik Bapak Setu seluas 0.5 Ha, di wilayah RT.07 RW.01 Kelurahan Beringin. Di sini, Babinsa Sertu Ponirin mengusir hama burung emprit pemakan padi. Sedangkan Babinsa Serka Masroni membantu mengumpulkan panen padi di lahan sawah milik Bapak Jemadi, seluas 1.2 Ha, di wilayah RT.04 RW.03 Kelurahan Bangkingan.

(MCDim0832_Srt Ags)

FOTO: Grand City Mall Surabaya.(dok)

SURABAYA ,- Sebagai bagian dari peringatan hari anak Nasional, Grand City Mall Surabaya menggelar ajang Kampung Anak Negeri: Aku Anak Indonesia, Cerdas dan Peduli.

Ajang ini digelar bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Wilayah Surabaya. Kegiatan ini dihelat selama dua hari, 23-24 Juli 2016. Kegiatan yang juga menggandeg Pemerintah Kota Surabaya ini menyuguhkan sebuah perayaan dimana anak mendapatkan beragam pengalaman dan pengetahuan.

Kampung Anak Negeri menyediakan 8 stand yang akan memberikan topik informasi beragam yang berguna untuk anak seperti perilaku hidup bersih dan sehat, makanan sehat, perlindungan anak, seni kreatif dan wirausaha, bahaya narkoba dan rokok, ragam profesi, Kelompok Belajar Anak (KBA), ilmu pengetahuan terkini dan lain lain.

Setiap kegiatan dan informasi yang disediakan dalam Kampung Anak Negeri ini difasilitasi WVI dengan dukungan dari Pemda Surabaya, Universitas, Kelompok serta tokoh masyarakat dan tak lupa Forum Anak.

Lebih dari 6000 orang akan hadir dalam acara peringatan Hari Anak Nasional ini, mereka datang dari 3 kecamatan di Surabaya yaitu Kecamatan Genteng, Tegalsari dan Sawahan yang menjadi area layanan WVI sejak 2001-2016.

Acara peringatan HAN yang sekaligus jadi acara selebrasi penutupan program Wahana Visi Indonesia di 3 kecamatan itu akan dibuka langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Hari Anak Nasional 2016 ini sekaligus merupakan sebuah selebrasi untuk merayakan terselesaikannya kerja layanan Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Surabaya yang telah dimulai sejak 2001 lalu. Kecamatan Genteng, Tegalsari dan Sawahan adalah tiga (3) kecamatan yang dilayani WVI selama kurun waktu 15 tahun dalam sektor Lingkungan Aman, Nutrisi, dan Penguatan Ekonomi.

“Partisipasi masyarakat, anak serta seluruh instansi khususnya pemerintah yang memampukan Wahana Visi Indonesia melakukan pendampingan selama lebih dari 15 tahun di Surabaya. Mari semangat ini diteruskan bersama oleh masyarakat semua supaya kehidupan anak Surabaya yang lebih berkualitas dapat dicapai.” ujar Rudy Papang – Program Manager Surabaya dalam acara selebrasi selesainya program dampingan WVI di 3 kecamatan pada peringatan HAN 23 Juli 2016.

Meski pendampingan WVI telah selesai di tiga (3) kecamatan ini, namun semangat masyarakat dan aparatur setempat akan terus hidup dan berkembang dalam meneruskan upaya penciptaan anak yang cerdas dan peduli yang mampu meraih kehidupan yang lebih utuh.(rls/ziz)


Bendera PBB. Foto: matthewhanzel.com - 


SURABAYA ,- M. Fikser Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya pada suarasurabaya.net, Sabtu (23/7/2016) mengatakan, akan terjadi momen penting dan sakral dalam rangkaian The Third Session of The Preparatory Committee for Habitat III Prepcom 3, Minggu (24/7/2016) pukul 09.30 WIB di area outdoor Grand City

"Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan dikibarkan dalam upacara Raising Flag. Agenda tersebut rencananya akan dihadiri oleh Joan Clos Sekretaris Jenderal Habitat III, Basoeki Hadimoeljono Menteri Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat RI, serta Tri Rismaharini Walikota Surabaya," katanya.

"Setelah acara, juga akan dilakukan prosesi serah-terima venue Grand City dari Pemerintah Indonesia kepada peserta UN Habitat III," kata dia.

Sekadar diketahui, UN Habitat III adalah konferensi PBB ketiga tentang perumahan dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Diharapkan pembahasan draf agenda baru perkotaan dan rangkaian acara pendukung berjalan dengan lancar. (iml/fik)

Laporan Zumrotul Abidin

Editor: Fatkhurohman Taufik


SURABAYA ,- Agar situasi pelaksanaan United Nations Centre for Human Settelements (UNCHS/UN Habitat) aman dan kondusif, Polrestabes Surabaya mengerahkan 3.000 personel.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, untuk Satreskrim dan Satintelkam terlibat dalam pengamanan tertutup. Sedangkan satuan lain, seperti Satsabhara, Satbinmas, dan Satlantas terlibat dalam pengamanan terbuka.

Untuk kesiapan pengamanan event Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ini, pada Sabtu (23/7/2016) sore anggota Satreskrim Polrestabes dikumpulkan. Di sana anggota wajib mengumpulkan senjata api (senpi) di atas meja. Selanjutnya senpi diperiksa perwira Satreskrim. 

"Pemeriksaan ini meliputi kebersihan dan kelayakan senpi untuk kondisi siap pakai," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar.

Sedangkan pengamanan tidak hanya dilakukan di Grand City, sebagai pusat UN Habibat. Melainkan obyek di beberapa tempat yang akan disinggahi peserta UN Habitat juga dijaga ketat.

Sehingga keamanan untuk peserta UN Habibat selama di Surabaya akan terjamin. Namun, sebelum even dimulai pihaknya telah melakukan penyisiran lokasi untuk memastikan keamanannya.

"Jadi nanti tiap anggota akan bersiaga di berbagai lokasi," paparnya. [air/gil]

Reporter : Ragil Priyonggo

MEDIA SURABAYA

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-JqOwFUUcTnM/WlHYz5PkL4I/AAAAAAAAEkk/2oRB13coK6QPYHd1uRTnzgCn81lfNJG8wCLcBGAs/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.