Tiga perwakilan siswa Surabaya yang mengantarkan 33.130 lembar surat permohonan kepada Jokowi Presiden, Senin (28/3/2016), menurut Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, berangkat atas inisiatif sendiri.

Ketika ditanya apakah dirinya menyempatkan diri untuk menemani para siswa, mengantarkan surat untuk Presiden di Jakarta, dia mengiyakan.

"Mereka yang ngomong sendiri kok. Anak-anak itu (perwakilan siswa,red) pintar-pintar," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri seminar Guru Antikorupsi Penggerak Perubahan, Selasa (29/3/2016).

Risma mengaku menyempatkan diri menemani ketiga siswa itu. Meski tidak bisa bertemu secara langsung dengan Jokowi Presiden, para siswa akhirnya ditemui oleh Pramono Anung Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekab).

Senin itu, Risma juga sedang berada di Jakarta untuk menghadiri pertemuan dengan para menteri mengenai proyek Angkutan Massal Cepat (AMC) Surabaya.

Risma pun kembali menegaskan, dirinya tidak mengarahkan siswa Surabaya untuk mengumpulkan puluhan ribu surat permohonan kepada Presiden agar SMA/SMK di Surabaya tetap dikelola Pemkot Surabaya.

"Kemarin temen temen tahu sendiri kan. Pas datang (di Balai Kota untuk menemui Siswa, pekan lalu,red) possiku keringetan. Jadi enggak ada yang mengarahkan. Kalau anak-anak pintar, masak kita larang-larang," ujarnya. [suarasurabaya.net]

(den/ipg)

Editor: Iping Supingah


Telah ditemukan bom jenis mortir ukuran sekitar 20 cm oleh warga pada saat Petugas PU Surabaya sedang melaksanakan pengerukan saluran air di samping TPS Jl. Kedung Wetan Selatan Kec. Tegalsari, Sabtu 26/03/2016 sekitar pukul 09.00 WIB.


Saat itu Petugas PU dengan menggunakan alat berat (bego) sedang melakukan pembersihan dengan cara pengerukan saluran air. Saat membuang hasil pengerukan yang ketiga terdapat mortir yang jatuh dari bego dan dilihat oleh warga sekitar, sehingga pengerukan dihentikan.


Adanya penemuan tersebut Petugas TPS Sdr. Slamet alias gundul menghubungi Polsek Tegalsari. Selanjutnya Tim Polsek Tegalsari dipimpin Panit Lantas Ipda Agung S. tiba di TKP, selanjutnya mengamankan mortir dan saat itu juga menghubungi Tim Gegana Polda Jatim. Sekitar pukul 10.00 WIB Tim Gegana tiba di TKP, selanjutnya membawa mortir ke Polda Jatim.

***D i k i***

Foto : Ilustrasi
SIDOARJO,– Ratusan buruh dari PT Maspion I yang berada di Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi demo blokade pintu gerbang utama perusahaan. Buruh outsourching itu menuntut agar hak-hak normatif mereka yang selama ini belum diperoleh, agar dipenuhi oleh perusahaan sesuai ketentuan yang ada.
Hak tersebut diantaranya belum di masukkannya mereka dalam BPJS serta gaji yang berada di bawah UMK. Para buruh juga menolak rencana PHK massal yang akan dilakukan perusahaan dan mengganti mereka yang di PHK dengan buruh baru. Aksi buruh tersebut membuat jalan raya Sidoarjo-Surabaya sempat lumpuh total dalam beberapa jam.
Selain membuat jalan raya Sidoarjo-Surabaya lumpuh total dalam beberapa jam, seluruh karyawan PT Maspion I juga tidak bisa masuk ke dalam pabrik. Apalagi petugas kepolisian yang ada di lokasi tidak sebanding dengan jumlah pengunjukrasa.
“Unjukrasa akan dilakukan hingga dua hari kedepan. Dan kami ingin bertemu dengan pihak perusahaan untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Arfan, salah satu perwakilan buruh, Kamis (17/3/2016).
Sementara pihak perusahaan PT Maspion I belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan terkait aksi buruh tersebut. Beruntung, aksi ratusan buruh yang menyebabkan kemacetan jalan raya Sidoarjo-Surabaya selama beberapa jam itu tidak anarkis dan berlangsung aman. (adk)
By  

MEDIA SURABAYA

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-JqOwFUUcTnM/WlHYz5PkL4I/AAAAAAAAEkk/2oRB13coK6QPYHd1uRTnzgCn81lfNJG8wCLcBGAs/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.