Media Surabaya***. Pada saat lebaran ke 2, pada hari Sabtu 18/07/2015 sekitar pukul 13.00 WIB telah terjadi kebakaran kos-kosan milik Bapak Candra Jl. Petemon Timur No.32 Surabaya. Kejadian kebakaran diketahui setelah ada kepulan asap dari lantai 2 tempat Kos yang diduga konsleting listrik (arus pendek). Sebanyak 8 unit mobil PMK dari Pasar Turi 4 Unit, PMK Pemkot 2 Unit , PMK Grudo 2 Unit tiba di lokasi kebakaran. Sekitar pukul 13.40 WIB api dapat dipadamkan oleh petugas PMK dan di sekitar area masih dilakukan pembasahan. Untuk sementara, akibat kejadian kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa dan kerugian materiil 4 unit kamar Kos ukuran 3x4 hangus terbakar. Kejadian kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan oleh pihak Polsek Sawahan.

***Diki***

Media Surabaya***. Senin siang (06/07/2015) di depan Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo Surabaya, terjadi aksi Unjuk Rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya dengan Tema "Negara Bertanggung Jawab Atas Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua" diikuti sekitar 15 orang, Korlap Sdr. Ferry Nasaruddin SH. Dalam aksi tersebut para aksi sambil berorasi serta menyampaikan tuntutan, antara lain : Buka ruang demokrasi seluas-luasnya, berikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi Rakyat Papua. Tarik Militer (TNI-POLRI) organik dan non organik dari seluruh tanah papua sebagai syarat damai. Tutup Freeport, LNG Tangguh dan MNC lainya yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua. Poster "Hak menentukan nasib sendiri solusi Demokratis bagi Rakyat Papua.

***Diki***

Media Surabaya***. Senin siang (06/07/2015) perkembangan situasi terkait permasalahan tanah antara warga lakarsantri dengan pihak pengembang PT. Intiland yang melibatkan Ketua RW. 6 Sdr. Sariono yang saat ini ditahan di Polrestabes surabaya dan berujung pada aksi unjuk rasa di Mapolrestabes Surabaya oleh Warga RW.10 Kuwukan Lakarsantri sekitar 150 orang dipimpin Sdr. Yudi Wibowo terkait "Kasus tanah antara warga Kuwukan Lakarsantri dengan PT. Intiland" selama ini kompensasi yang sudah direalisasi oleh PT. Intiland adalah Balai RW, Masjid dan akhirnya warga melakukan pemagaran / penutupan akses jalan, kemudian Ketua RW dilaporkan oleh PT. Intiland  dikenakan pasal pemerasan". Perwakilan 5 orang diterima di Ruang Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya oleh Kompol Manang Soebeti, SIK, yaitu : Yanto, Solihun, Kusnadi, Rosidi, Kasto. Permintaan dari perwakilan, meliputi : Agar Ketua RW. 6 Sdr. Sariono ditangguhkan penahanannya. Agar dikaji ulang Pasalnya tersebut di atas. Pak Sariono terkait dengan masalah apa sampai ditahan. Tanggapan : Bahwa Sdr. Sariono sekarang sedang menjalani materi proses Penyidikan di Reskrim terkait Perkara dengan PT. Intiland dimana berkasnya akan segera selesai dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan dan disidangkan. Warga jangan khawatir, yang bisa menentukan bersalah atau tidak adalah proses di PN Surabaya. Selanjutnya Pewakilan menanyakan kepada Penyidik perkara apa yang disangkakan kepada Pak RW.6 Sariono dan dijawab oleh Penyidik yaitu kasus penutupan akses jalan umum dan Pak Sariono tidak kooperatif juga saat diperiksa, penyidik melakukan penahanan karena ada pelapor dan sudah terdapat bukti yang cukup serta Pasal yang disangkakan Pasal ancaman kekerasan yaitu Pasal 335. Jawaban Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya : "Akan disampaikan kepada Kapolrestabes Surabaya terkait keinginan dan tuntutan warga Kuwukan, agar Pak Sariono ditangguhkan, namun masalah penangguhan atau tidak adalah kewenangan Kapolrestabes Surabaya". Aksi unjuk rasa selesai pukul 12.15 Wib massa membubarkan diri.

***Gilang***

Media Surabaya ***. Jumat Pagi (03/07/2015). Komitmen Kodim 0832/Surabaya Selatan untuk mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan, ditindak-lanjuti dengan menerjunkan para Babinsa untuk melakukan pendampingan petani di sawah. Hal ini terus dilakukan, agar bisa meningkatkan produktivitas hasil tanaman terus dilakukan. Seperti yang disampaikan Babinsa Kodim 0832/Surabaya Selatan yang pada saat itu mendampingi Ir. Indahati (PPL Kecamatan Wiyung) dan Ketua Pok Tani Bapak Kamsur di wilayah Kelurahan Wiyung Surabaya untuk melakukan pengecekan pompa air. Bahwa pompa air yang ada berukuran tidak terlalu besar, karena memang dikhususkan untuk petani dengan lahan pertanian yang jauh dari jaringan irigasi. Harapannya, pompa air ini bisa dimanfaatkan petani untuk mengambil air dari jaringan irigasi. Selama ini ada sejumlah areal persawahan yang tidak terjangkau jaringan irigasi. Semoga, pendampingan bagi para petani oleh Babinsa untuk selalu melakukan pengecekan pompa air bisa membantu kesulitan petani. Kami juga selalu mengawasi distribusi pupuk bersubsidi bagi petani, agar distribusi pupuk tepat sasaran dan mencegah terjadinya permainan harga pupuk yang cenderung akan merugikan petani," kata Serma Sugeng.
***Diki***

Mediasurabaya***. Kamis siang (02/07/2015) telah terjadi aksi unras oleh alliansi Mahasiswa Papua Surabaya (AMP KKS) dengan jumlah massa 30 orang di Gedung negara grahadi Jl.Gubernur suryo Surabaya dengan korlap Sdr.Plemon. Massa aksi longmarch dari Hotel Shantika Jl. Pandegiling dikawal dari pihak kepolisian, selanjutnya berorasi serta membentangkan spanduk yang bertuliskan : kupas tuntas kekerasan di tanah papua yang dilakukan oleh oknum TNI/Polri, rezim Ir. Joko Widodo segera tanggung jawab atas segala macam pembunuhan di Papua. Aksi unjuk rasa menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan massa aksi, intinya meminta Presiden untuk segera menarik TNI/POLRI dan intelijen yang berada di Papua. Segera menutup perusahaan asing yang ada di tanah Papua karena itu ilegal. Segera mengusut tuntas permasalahan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum TNI/Polri di Papua.

***Gilang***

MediaSurabaya***.  Rabu siang (01/07/2015) di Rumah Kediaman Direktur Utama PT. Yanaprima Hastapersada (Sdr. H. Umar Usman) Jl. Sidosermo PDK 1A Kav 268/269 Surabaya, terjadi aksi unjuk rasa oleh sekitar 200 orang Karyawan yang tergabung dalam PUK PT.  Yanaprima Hastapersada Kab. Sidoarjo, dipimpin oleh Sdr. Rony Ishak, Hasyim, Agus dan Tjatur). Para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan, antara lain desak Gubernur Jatim berikan perlindungan kerja, desak Gubernur Jatim selesaikan masalah mogok kerja, tuntut Bupati Sidoarjo beri kepastian hukum tentang Mogok kerja, tuntut Jajaran Perusahaan bertanggung jawab atas mogok kerja. Selanjutnya 10 orang perwakilan diterima oleh Kapolsek Wonocolo di depan Rumah Dirut PT. Yana Prima, namun pemilik rumah yaitu Bapak Umar sedang berada di RS. karena sakit/opname dan Ibu mertuanya juga sedang sakit di rumah, namun salah satu perwakilan minta masuk untuk mengecek kebenaran sakitnya ibu mertua Bapak Umar yang didampingi oleh Kapolsek Wonocolo dan 3 orang warga sekitar. Inti pertemuan, bahwa semua pesan dan tuntutan massa aksi akan disampaikan kepada Bapak Umar selaku Direktur PT. Yana Prima. Unjuk rasa selesai dengan lancar dan aman, selanjutnya massa aksi bergeser menuju ke Direktur Utama yang ada di Jl. Dharma Husada Indah Timur M-199 Mulyorejo Surabaya.

***Diki***

MEDIA SURABAYA

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-JqOwFUUcTnM/WlHYz5PkL4I/AAAAAAAAEkk/2oRB13coK6QPYHd1uRTnzgCn81lfNJG8wCLcBGAs/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.