Media Surabaya. Minggu 18 Mei 2014 Pukul 15.15 Wib. di balai RW 3 Putat Jaya Jl. Putat No. 25 Surabaya diadakan pertemuan antara Wawali Kota Surabaya Bapak Wisnu Sakti Buana dengan warga RW 3 Putat Jaya sekitar 100 orang membahas tentang rencana penutupan lokalisasi Dolly Surabaya. Wawali Kota Surabaya Bapak Wisnu Sakti Buana di dampingi Kadisnaker Kota Surabaya Bapak Dwi Purnomo beserta Camat Sawahan Bapak Muslik Hariadi dan Lurah Putat Jaya Bapak Hartono SE, Danramil 01/Sawahan Kapten Arh Riswarno dan Ketua RW 3 Putat Jaya Bapak Cukup. Pertemuan di awali sambutan dari Kadisnaker Kota Surabaya Bapak Dwi Purnomo yang intinya : 1)Pemkot Kota Surabaya meminta kepada warga RW 3 Putat Jaya ada keterbukaan antara Pemkot Kota Surabaya dengan warga, sehingga nantinya akan tercipta suatu kesejahteraan warga yang akan terdampak penutupan lokalisai Dolly. 2)Kadinsnaker Kota Surabaya berjanji akan membantu warga RW 3 Putat Jaya yang terdampak penutupan lokalisasi Dolly untuk mencarikan lapangan pekerjaan melalui pembinaan dari Disnaker asalkan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Disnaker. Selanjutnya sambutan dari Wawalikota Surabaya Bapak Wisnu Sakti Buana yang intinya : 1)Pemkot Kota Surabaya tidak pernah berfikir untuk menelantarkan rakyatnya ke jurang kemiskinan. 2)Pemkot Kota Surabaya akan memberikan jaminan hidup kepada para wanita tuna susila (WTS) sesuai dengan perjanjian. Perwakilan dari warga RW 3 yaitu Bapak Suroso ketua PPL ( Paguyuban Pekerja Lokalisasi ) RW 3 Putat Jaya menyampaikan, pada intinya : warga lokalisasi Dolly khususnya RW 3 Putat Jaya tetap menolak rencana pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly, karena secara tidak langsung roda perekonomian warga sekitar lokalisasi Dolly akan terhenti. Hal tersebut juga diutarakan oleh Bapak Syafik LSM FPL (Forum Pekerja Lokalisasi) yang intinya : Warga tidak menginginkan lokalisasi Dolly ditutup. Walikota Surabaya kalau mau menutup lokalisasi tutup dulu lokalisasi terselubung di beberapa hotel - hotel Surabaya yang di buat mesum, Walikota Surabaya jangan tebang pilih harus konsekuen. Wawalikota Surabaya memberikan jawaban yang intinya menyikapi pertanyaan dari perwakilan warga RW 3 Putat Jaya, Wawali Kota Surabaya berjanji akan menampung semua aspirasi keinginan warga lokalisasi Dolly serta memberikan solusi yang terbaik untuk warga. Wawali Kota Surabaya akan menyampaikan semua keluhan warga kepada Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, pertemuan diakhiri pada pukul 16.55 wib, agenda berikutnya Wawali Kota Surabaya akan mengadakan pertemuan dengan warga lokalisasi terdampak lainnya antara lain RW 10, 12, 6.
***Diki***

[full-post]

Media Surabaya. Kamis 1 Mei 2014 dijantung Kota Surabaya antara lain di Balai Kota Surabaya & Gedung Grahadi Surabaya, dilaksanakan aksi demonstrasi untuk memperingati Hari Buruh Sedunia Tahun 2014 yang berlangsung mulai pukul 08.10 s/d 16.45 WIB. Aksi di Balai Kota Surabaya dikuti sekitar 2000 orang dari seluruh elemen buruh se-Surabaya dipimpin oleh Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, dengan Tema "Dengan semangat Hari Buruh Internasional 01 Mei 2014, kita satukan potensi/buruh Kota Surabaya untuk mewujudkan Kota Surabaya menjadi kota aman tujuan investasi dunia". Dalam acara tersebut, Walikota memberikan pengarahan intinya ucapan terima kasih dari Walikota atas kerjasamanya kita sebagai warga, pekerja/buruh surabaya kita satukan tekad dan tujuan serta tingkatkan produksi dengan cara bekerja keras untuk membangun Surabaya sebagai kota berpotensi dan kota yg aman, dilanjutkan ramah tamah, dan dimeriahkan acara panggung hiburan serta pembagian doorprize. Sedangkan aksi di Gedung Negara Grahadi diikuti sekitar 8000 orang buruh, terdiri dari beberapa elemen buruh antara lain : GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), LAMRI (Laskar Mahasiswa Republik Indonesia) SBK (Serikat Buruh Kerakyatan), SPN (Serikat Pekerja Nasional), GASPERMINDO (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia) Jatim dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), serta Seni Amukti Wijaya dari Universitas Wijaya Kusuma yang tergabung dalam KOBAR (Komite Bersama Rakyat) dengan Koorlap Andi Peci, KSPSI Pasuruan dengan Koorlap Soleh, KSPSI Mojokerto dengan Koorlap Eka Herawati, KSPSI Sidoarjo dengan Koorlap Agus Suprayitno, FSPMI Surabaya dengan Koorlap Sdr. Heri, FSKI, SPN, SP/SB GASPERMINDO, SBSI, SB-DESILA Jatim dengan Koorlap Budi Hari Yanto (DEPENDA GASPERMINDO JATIM), KSPSI Surabaya dengan Koorlap Sdr. Dedi. SPSI, SBSI, KSN, FSBM & SBI dengan Koorlap Sdr. Sukarji, Sdr. Agus Suprayitno, Sdr. Edi Kuncoro, Sdr. Khamim Tohari dan Sdr. Heryanto, mengatasnamakan Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS), Sdri. Eka Hernawati Ketua PC Aneka Industri FSPMI Mojokerto, KPSI Gresik dengan Koorlap Alpin Siraid, SPSB Gresik yang tergabung dalam Serbusetan dengan Koorlap Sunandar. Dalam kegiatan aksi tersebut, para buruh menyampaikan 10 tuntutan, antara lain : 1)Naikkan upah minimum 2015 sebesar 30 % dan Revisi KHL menjadi 84 Item. 2)Tolak Penangguhan Upah Minimum. 3)Jalankan Jaminan Pensiun Wajib bagi buruh pada Juli 2015. 4)Jalankan Jaminan Kesehatan seluruh rakyat dengan cara cabut Permenkes 69/2013 tentang tarif, ganti INA CBG's dengan Fee For Service, Audit BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. 5)Hapus Outsourching, khususnya Outsourching di BUMN. 6)Sahkan RUU PRT dan Revisi UU Perlindungan TKI. 7)Cabut UU Ormas, ganti dengan RUU Perkumpulan. 8)Angkat Pegawai dan Guru Honorer menjadi PNS, serta subsidi Rp 1 Juta/org/ bulan dari APBN untuk Guru Honorer. 9)Sediakan Transportasi Publik dan Perumahan Murah untuk Buruh. 10)Jalankan Wajib Belajar 12 Tahun dan Bea Siswa untuk anak Buruh,hingga Perguruan Tinggi. Di tengah berlangsungnya kegiatan, para buruh tersebut juga mengadakan panggung aksi, menggelar foto-foto Marsinah dan spanduk yg bertuliskan Adili Koruptor Pelanggar HAM, Lawan Militerisme dan bangun Partai Alternative, dalam rangka memperingati 21 tahun meninggalnya Marsinah (aktivis buruh perempuan), serta menyampaikan tuntutan sebagai berikut : 1)Usut tuntas kasus kematian Marsinah. 2)Agar Marsinah dijadikan sebagai Pahlawan Buruh Nasional. Serta dilaksanakan pertemuan antara perwakilan buruh yang terdiri dari 19 orang yang dipimpin oleh Sdr. Pujianto (FSPMI) dengan Gubernur Jatim, Asisten III Pemprov Jatim, Kadisnaker Jatim dan Kapolrestabes Surabaya di ruang rapat Gedung Negara Grahadi Surabaya. Setelah pertemuan selesai, selanjutnya Gubernur Jatim mengumumkan hasil pertemuannya dengan perwakilan buruh di depan para buruh. Pada intinya 10 tuntutan buruh terkait dengan UMSK dikabulkan oleh Pemprov Jatim, dan akan berlaku pada Juli 2015. Sedangkan tuntutan yang terkait dengan pemerintah pusat akan disampaikan ke pemerintah pusat. Sekitar pukul 16.45 WIB, para buruh meninggalkan Gedung Negara Grahadi untuk kembali ke tempat masing-masing, dalam keadaan tertib dan lancar, serta aman.
***Gilang***

MEDIA SURABAYA

{picture#https://3.bp.blogspot.com/-JqOwFUUcTnM/WlHYz5PkL4I/AAAAAAAAEkk/2oRB13coK6QPYHd1uRTnzgCn81lfNJG8wCLcBGAs/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.